PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN PADA PT. BUANA ARTHA SEJAHTERA KEBUN MANDANG ESTATE (SINAR MAS GROUP) DI SAMPIT

Penulis

  • M. Thamrin Noor Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sampit

Kata Kunci:

Lingkungan Kerja, Budaya Organisasi, Prestasi Kerja

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh: Pertama, Lingkungan Kerja secara parsial terhadap prestasi kerja; Kedua, Budaya Organisasi secara parsial terhadap prestasi kerja; Ketiga, Lingkungan Kerja dan Budaya Organisasi secara simultan terhadap Prestasi Kerja pada Karyawan PT. Buana Artha Sejahtera Kebun Mandang Estate (Sinar Mas Group) Di Sampit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode riset dengan menggunakan kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 100 orang yang berstatus SKU-B dan SKU-H. Dalam penelitian ini terdapat dua (2) variable independen (Linkungan Kerja dan Budaya Organisasi) dan satu (1) variable dependen (Prestasi Kerja). Dengan melakukan uji instrument (validitas dan reliabilitas), uji kolerasi, analisis linear berganda dan uji determinasi menggunkan program IBM SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) for windows versi 23,0. Berdasarkan uji kolerasi R sebesar 0,595 artinya Lingkungan Kerja (X1) dan Budaya Organisasi (X2) secara bersama-sama memiliki hubungan yang cukup kuat terhadap prestasi kerja (Y) karyawan pada PT. Buana Artha Sejahtera Kebun Mandang Estate (Sinar Mas Group) Di Sampit. Koefisien Diterminasi (R2) sebesar 0,354 berarti lingkungan Kerja (X1) dan Budaya Organisasi (X2) secara simultan mampu mepengaruhi 35,4% perubahan pada variable prestasi kerja karyawan (Y). Hal ini menunjukan masih ada 64,6% variabel lain yang mempengaruhi prestasi kerja karyawan yang tidak diajukan dalam penelitian ini yaitu seperti Kepemimpinan, Motivasi, Disiplin Kerja dan lain sebagainya. Hasil uji hepotesis menggunakan analisis regresi linear berganda menggunakan uji-t menunjukan bahwa variabel lingkungan kerja nilai thitung sebesar 3,167 > ttabel 1,985 dan tingkat signifikan lingkungan kerja 0,002 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, berarti terdapat pengaruh cukup kuat antara lingkungan kerja terhadap prestasi kerja. Sedangkan variable budaya organisasi nilai thitung sebesar 3,564 > ttabel 1,985 dan tingkat signifikan budaya organisasi 0,001 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, berarti terdapat pengaruh kuat antara budaya organisasi terhadap prestasi kerja. Sementara uji-f menunjukan nilai fitun 26,562 > ftabel 3,09 dengan tingkat signifikan 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti secara simultan terdapat pengaruh antara variabel lingkungan kerja (X1) dan budaya organisasi (X2) terhadap variable terikat yaitu prestasi kerja karyawan (Y).

Unduhan

Diterbitkan

2019-01-31

Terbitan

Bagian

Artikel