PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN LOKASI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN BUAH JAMBU KRISTAL DI KEBUN BUAH BATUAH HORTIFARM DESA PANTAI HARAPAN
Kata Kunci:
Kualitas Produk, Lokasi, Keputusan PembelianAbstrak
Judul penelitian ini adalah Pengaruh Kualitas Produk dan Lokasi terhadap Keputusan Pembelian buah jambu kristal di kebun buah Batuah Hortifarm desa Pantai Harapan. Penenlitian ini berupaya menjelaskan bahwa kualitas produk dan lokasi terhadap keputusan pembelian buah jambu kristal di kebun buah Batuah Hortifarm desa Pantai Harapan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunkan teknik Accidental Sampling ini adalah teknik penentuan sampel yang secara kebetulan dijumpai, atau siapa saja yang dapat dipergunakan sebagai samepel, jika dipandang orang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data. Karena jumlah populasi tidak diketahui secara pasti maka untuk menentukan besarnya sampel digunakan Hair et al. Dan data di uji menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji hipotesis dan uji analisis data penelitian dengan menggunakan analisis deskriptif, analisis regresi linier berganda, analisis koefisien korelasi (r) dan analisis koefisien determinasi (R2). Kemudian pengolahan datanya menggunakan perhitungan statistic dengan bantuan program SPSS versi 25.0. Berdasarkan hasil uji hipotesis pada penelitian ini untuk variabel kualitas produk mempunyai nilai thitung > ttabel (3,914 > 2,00247) dan tingkat signifikan kualitas produk 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, berarti terdapat pengaruh antara kualitas produk terhadap keputusan pembelian. Sedangkan untuk variabel lokasi mempunyai nilai thitung > ttabel (7,219 > 2,00247) dan tingkat signifikan variabel lokasi 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, berarti terdapat pengaruh antara lokasi terhadap keputusan pembelian. Kemudian untuk hasil uji f nilai fhitung > ftabel (62,973 > 3,16) dan tingkat signifikan 0,000 < 0,05 artinya secara simultan kualitas produk dan lokasi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Angka r (korelasi) sebesar 0,830 menunjukkan hubungan/korelasi antara keputusan pembelian dengan variabel bebasnya adalah sangat kuat (positif) pengaruhnya sebesar 83,0%. Dan R square (R2) sebesar 0,688 artinya 68,8% sedangkan sisanya sebesar 31,2% dipengaruhi variabel lain yang tidak dimasukkan kedalam penelitian ini. Berdasarkan hasil uji regresi liner berganda diperoleh persamaan Y = 4,471 + 0,253(X1) + 0,372(X2) + e artinya skor/nilai konstanta (α) ini menunjukan bahwa apabila tidak ada kenaikan dari variabel kualitas produk dan lokasi, maka nilai keputusan pembelian adalah sebesar 4,471. Berdasarkan uraian diatas bahwa dengan adanya kualitas produk (X1) yang baik dan disertai lokasi (X2) yang nyaman dapat meningkatkan keputusan pembelian (Y) secara optimal.














